SEJARAH FESTIVAL MUSIK


 

FESTIVAL musik bukanlah hal yang baru, namun popularitas acara seperti Bonnaroo (Manchaster, 2002) dan Glastonbury (Inggris, 1970) telah tumbuh lebih besar dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai sebuah alternatif, semangat perlawanan pada festival musik telah berkembang menjadi sesuatu yang jamak dan mencakup segala acara. Meskipun Woodstock (pertama kali diadakan tahun 1969) mungkin paling banyak dibicarakan sebagai festival musik paling bersejarah, tetapi ternyata woodstock bukanlah festival musik yang pertama dari jenisnya.

Sebenarnya, penentuan asal-usul festival musik juga tergantung pada definisi tentang “festival musik” itu sendiri, tetapi untuk lebih memudahkan, tulisan ini akan merangkum cikal bakal festival musik yang kami anggap populer.

Newport Jazz Festival

Pada tahun 1954, Newport Jazz Festival di Newport, tercatat sebagai festival jazz tahunan pertama yang diadakan di Amerika. Pada tahun itu, festival musik jazz ini mampu mendatangkan lebih dari 11.000 orang di East Coast dengan konsep menggabungkan antara grup-grup diskusi akademis dan pertunjukan musik live.

Selama bertahun-tahun, musisi-musisi ikonik seperti Billie Holiday, Louis Armstrong, Ella Fitzgerald, dan Miles Davis perform di panggung Newport Jazz Festival. Pada era tahun 70-an, venue festival musik ini dipindah ke New York untuk jangka lima tahun, dan kembali lagi pada tahun 1981 di Rhode Island, dimana Newport Jazz Festival masih rutin diadakan setiap tahun.

Newport Folk Festival

Acara ini didirikan oleh George Wein, orang yang juga menginisiasi lahirnya Newport Jazz Festival. Newport Folk Festival selain dikenal sebagai tempat yang melahirkan bintang besar seperti Joan Baez dan Bob Dylan hingga menjadi musisi yang terkenal di seantero Amerika, juga sering dikaitkan dengan kebangkitan blues tahun 1960. Selama dekade tersebut, Newport Folk Festival menampilkan Johnny Cash dan Howlin ‘Wolf, kemudian ditambahkan berbagai genre musik seperti reggae, rock, dan seniman indie di era 80-an dan 90-an.

Monterey International Pop Festival

Monterey International Pop Festival yang digelar pada 1967 dikenal sebagai festival rock terbesar yang pertama. Festival ini diadakan di Monterey County Fairgrounds di Monterey, CA, selama tiga hari yang perencanaannya hanya dilakukan dalam waktu enam minggu. Berharap untuk menciptakan lineup dengan berbagai genre dari lintas era, para inisiator—termasuk ikon musik seperti Mick Jagger dan Paul McCartney—sepakat bahwa semua musisi akan diperlakukan secara sama, berupa akomodasi dan tiket first class.

Festival ini menampilkan nama-nama besar dalam industri musik: Otis Redding, The Who, Simon & Garfunkel, The Mamas dan Papas, Grateful Dead, Janis Joplin, dan Jimi Hendrix (yang terkenal dengan setting gitar terbakar saat memainkan lagu “Wild Thing”).

Woodstock

Festival Woodstock (Woodstock Music and Art Fair) adalah konser yang diadakan di tanah peternakan Max Yasgur yang luasnya 240 hektare di Bethel, New York dari 15 Agustus hingga 18 Agustus 1969. Bethel (Sullivan County) terletak 69 km barat daya desa Woodstock, New York yang berbatasan dengan Ulster County. Even yang diadakan selama tiga hari ini menampilkan 32 musisi termasuk Grateful Dead, Canned Heat, The Who, Jimi Hendrix, dan Janis Joplin. Meskipun penyelenggara acara ini hanya menargetkan 50.000 penonton, tetapi faktanya tiket yang terjual mencapai sekitar 200.000 lembar. Ketika lebih dari 500.000 orang datang ke acara tersebut, penyelenggara dipaksa menghapus pagar dan mengubahnya menjadi konser gratis.

Woodstock secara luas dianggap sebagai salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah musik pop, dan masuk ke dalam “Daftar 50 Peristiwa yang Mengubah Sejarah Rock and Roll” versi majalah Rolling Stone.

Isle of Wight Festival

Bertempat di Isle of Wight di Inggris, festival asli berlangsung pada tahun 1968. Acara ini tumbuh pesat di tahun-tahun berikutnya, yang menampilkan musisi-musisi nama besar seperti Bob Dylan, The Who, Jimi Hendrix, Chicago, The Doors, dan Joni Mitchell. Setelah festival pada 1970 yang sangat terkenal, parlemen Inggris menghentikan acara ini dengan mewajibkan ijin lisensi untuk acara yang dihadiri lebih dari 5 ribu orang.

Pada tahun 2002, festival ini kembali diadakan di Newport Seaclose Park—dan dalam dekade terakhir, festival ini menampilkan musisi besar seperti David Bowie, Paul McCartney, Rolling Stones, dan Coldplay ke panggung utama.

Glastonbury Festival

Awalnya disebut Pilton Festival, versi pertama dari acara ini berlangsung dekat Pilton, Inggris, pada tahun 1970. Pada tahun kedua, menjadi dikenal sebagai Festival Glastonbury, dan David Bowie tampil di Pyramid Stage, versi yang lebih kecil dari piramida besar Giza yang menjadi tema festival.

Berbeda dari festival populer lainnya, Glastonbury dikenal dengan menggabungkan beberapa jenis seni pertunjukan: tari, puisi, teater, dan banyak lagi. Meskipun bermulai dari acara kecil, tetapi kini tiket Glastonbury festival berhasil ludes hanya dalam hitungan jam. Pada festival 2011 yang menampilkan Beyonce dan Coldplay sebagai headliners, acara ini mencatat rekor penonton tertinggi untuk TV BBC.

Bonnaroo

Festival musik dan seni Bonnaroo pertama diadakan di Manchester pada tahun 2002 selama empat hari. Festival ini fokus pada folk rock—dan bahkan tanpa iklan tradisional, tiket acara terjual habis dalam dua minggu. Artis populer termasuk Ben Harper, John Butler Trio, dan Norah Jones pernah tampil di festival ini.

Sejak awal, acara ini sudah dianggap sebagai festival ramah lingkungan, yang mempromosikan praktek-praktek alam berkelanjutan dan sadar-lingkungan. Terkait artis penampil, Bonnaroo telah berkembang menjadi sebuah peristiwa besar dengan berbagai seniman, ditambah “hiburan desa” dengan arkade, film, teater, klub komedi, festival bir, dan disko-tanpa suara.

Prambanan Jazz

Pergelaran Prambanan Jazz akan kembali menyapa pencinta musik di tanah air pada tahun 2016. Festival musik jazz terbesar yang diadakan di luar Jakarta ini akan dihelat selama dua hari pada tanggal 20-21 Agustus 2016 di lapangan Brahma dan Wisnu komplek Wisata Candi Prambanan, Yogyakarta.

Pada gelaran Prambanan Jazz edisi pertama yang dihelat pada 16 Oktober 2015, Kenny G sebagai line up utama berhasil menghipnotis ribuan penonton yang memadati lapangan Brahma, komplek Candi Prambanan, Yogyakarta. Tak kalah hebatnya, musisi penampil dalam negeri seperti Tompi, Isyana Sarasvati dan Trisum juga mampu mengajak penonton menikmati sajian musik mereka yang berkualitas. Di samping musik berkualitas, penonton tampak sangat menikmati pertunjukan city colour yang membungkus kemegahan Mahakrya Candi Prambanan di bawah langit malam Yogyakarta yang cerah berhias jutaan bintang. Boleh dibilang Prambanan Jazz edisi pertama ini mengalami kesuksesan yang gilang-gemilang disaksikan sekitar 5000 penonton dari seluruh Indonesia.

Di banding dengan Prambanan Jazz edisi pertama tahun 2015, kali ini banyak perkembangan positif dari segi konsep pertunjukan dan musisi yang akan perform. Prambanan Jazz 2016 akan mengelaborasi konsep festival yang sesungguhnya. Konsep festival yang merupakan inti dari Prambanan Jazz 2016 ini akan diisi performa dari banyak artis terbaik di tanah air seperti Trio Lestari, Shaggy Dog, Tulus, Mocca, Yura Yunita dan masih banyak lagi. Selain itu, Prambanan Jazz 2016 juga mendatangkan Boyz II Men, grup legendaris dari manca negara yang telah meraih banyak penghargaan musik kelas dunia di panggung spesial show. Jadi, pada Prambanan Jazz 2016 ini akan ada dua panggung besar di komplek Wisata Candi Prambanan selama dua hari. Rajawali Indonesia Communication sebagai promotor menargetkan 20.000 penonton akan menyaksikan Prambanan Jazz 2016 selama dua hari. Karena banyaknya artis yang akan tampil pada Prambanan Jazz edisi kedua ini, acara akan dimulai sejak sore hari. Penonton akan dapat menyaksikan pertunjukan musik sambil menyaksikan matahari senja yang perlahan turun menghilang di balik Candi Prambanan yang mengagumkan.

Akhir kata, seperti pada gelaran Prambanan Jazz edisi pertama tahun lalu, ada satu ruh dan semangat yang akan tetap melekat erat pada pagelaran Prambanan Jazz edisi kedua ini dan diharapkan juga pada tahun-tahun yang akan datang, ialah spirit mempertemukan dua mahakarya dalam satu wadah: mahakarya musik di tengah mahakarya bangsa kita, Candi Prambanan.

SEJARAH CANDI PRAMBANAN

CANDI PRAMBANAN atau yang juga familiar dengan nama Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Kompleks candi Prambanan terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang dipersembahkan untuk dewa Trimurti atau tiga dewa utama umat Hindu yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Candi Prambanan yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO adalah candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.

Candi Prambanan pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu. Dalam prasasti Siwagrha disebutkan bahwa saat pembangunan candi Siwagrha tengah berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan tata air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang dimaksud adalah sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan sepanjang sisi barat kompleks candi Prambanan. Sejarawan menduga bahwa aslinya aliran sungai ini berbelok melengkung ke arah timur, dan dianggap terlalu dekat dengan candi sehingga erosi sungai dapat membahayakan konstruksi candi. Proyek tata air ini dilakukan dengan membuat sodetan sungai baru yang memotong lengkung sungai dengan poros utara-selatan sepanjang dinding barat di luar kompleks candi. Bekas aliran sungai asli kemudian ditimbun untuk memberikan lahan yang lebih luas bagi pembangunan deretan candi perwara (candi pengawal atau candi pendamping).

Kompleks bangunan ini secara berkala terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti raja Daksa dan Tulodong, dan diperluas dengan membangun ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama.

Sekitar tahun 930-an, ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, yang mendirikan Wangsa Isyana. Penyebab kepindahan pusat kekuasaan ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi sangat mungkin disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 kilometer di utara candi Prambanan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah peperangan dan perebutan kekuasaan. Setelah perpindahan ibu kota, candi Prambanan mulai terlantar dan tidak terawat, sehingga pelan-pelan candi ini mulai rusak dan runtuh. Bangunan candi ini diduga benar-benar runtuh akibat gempa bumi hebat pada abad ke-16.

Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda. Candi ini menarik perhatian dunia ketika pada masa pendudukan Britania atas Jawa. Ketika itu Colin Mackenzie, seorang surveyor bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi ini. Meskipun Sir Thomas kemudian memerintahkan penyelidikan lebih lanjut, reruntuhan candi ini tetap terlantar hingga berpuluh-puluh tahun. Penggalian tak serius dilakukan sepanjang 1880-an yang sayangnya malah menyuburkan praktek penjarahan ukiran dan batu candi. Kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. Beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan disepanjang Sungai Opak. Arca-arca dan relief candi diambil oleh warga Belanda dan dijadikan hiasan taman, sementara warga pribumi menggunakan batu candi untuk bahan bangunan dan pondasi rumah.

Pemugaran dimulai pada tahun 1918, akan tetapi upaya serius yang sesungguhnya dimulai pada tahun 1930-an. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi. Sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu secara sembarangan tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali. Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993.

Upaya renovasi terus menerus dilakukan bahkan hingga kini. Pemugaran candi Siwa yaitu candi utama kompleks ini dirampungkan pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.

Kini, candi ini termasuk dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO, status ini diberikan UNESCO pada tahun 1991. Kini, beberapa bagian candi Prambanan tengah direnovasi untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa Yogyakarta 2006. Gempa ini telah merusak sejumlah bangunan dan patung.